Apa itu penyusutan kain?

Penyusutan kain dapat merusak pakaian Anda dan membuat klien Anda tidak senang. Tapi apa itu penyusutan kain? Dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya? Baca terus untuk mengetahui semua yang perlu Anda ketahui.

 

Apa itu penyusutan kain?

Penyusutan kain adalah seberapa besar perubahan panjang atau lebar kain selama proses pencucian.

 

Mengapa kita perlu memeriksa penyusutan kain?

Kita perlu mengetahui seberapa banyak kain dapat menyusut karena sejumlah alasan.

Pertama, produsen perlu memastikan bahwa kain atau pakaian yang mereka buat memiliki kualitas unggul. Reputasi merek harus diperhitungkan. Selain itu, material dan energi akan terbuang jika diperlukan pengerjaan ulang karena penyusutan kain pada tahap selanjutnya dalam produksi pakaian.

Kedua, jika kain menyusut setelah dipotong atau dijahit, produk jadi akan berubah bentuk. Jahitan mungkin akan berkerut. Hal ini memengaruhi kinerja pakaian tersebut.

Terakhir, produsen harus memberikan informasi tentang cara perawatan pakaian pada label. Tanpa memeriksa penyusutan kain, informasi pada label tersebut tidak akurat.

 

Apa penyebab kain menyusut?

Penyusutan kain dipengaruhi oleh sejumlah faktor:

1,Bahan baku:

Serat yang berbeda secara alami menyerap jumlah kelembapan yang berbeda dan bereaksi berbeda terhadap panas. Ini merupakan faktor penting dalam penyusutan kain.

Kain dengan tingkat penyusutan rendah meliputi serat sintetis dan kain campuran dalam penggunaan normal. Di urutan kedua adalah linen. Di tengah-tengah terdapat katun, yang tidak dapat dicuci atau dikeringkan pada suhu tinggi. Di ujung skala lainnya, viskosa adalah serat yang paling menyusut.

Beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan: kain yang mengandung elastane memiliki tingkat penyusutan yang lebih tinggi daripada kain yang tidak mengandung elastane. Dan pencucian kering adalah metode terbaik untuk pakaian wol karena wol sangat rentan terhadap penyusutan.

2,Proses manufaktur:

Cara pembuatan kain juga dapat memengaruhi tingkat penyusutan. Proses tenun, pewarnaan, dan penyelesaian akhir sangat penting.

Sebagai contoh, kain tenun menyusut lebih sedikit daripada kain rajut. Dan tegangan kain selama pembuatan memengaruhi bagaimana kain tersebut berperilaku selama pencucian dan pengeringan. Kepadatan kain dan ketebalan benang juga berperan dalam penyusutan.

Kain juga dapat dikenai proses untuk mencegah penyusutan, yang akan dibahas di bawah ini.

 

Bagaimana penyusutan dapat dicegah?

Terdapat berbagai metode perawatan untuk mengurangi penyusutan kain.

Contohnya termasuk merserisasi dan penyusutan awal. Proses ini terutama digunakan untuk kain katun. Serat sintetis seperti nilon sering menyusut saat dipanaskan. Namun, penyusutan dapat dikurangi jika kain diberi perlakuan panas selama produksi.

Namun, tidak realistis untuk mengharapkan tidak ada penyusutan sama sekali. Tidak peduli kain apa yang Anda gunakan dan proses apa pun yang Anda terapkan, kain tersebut hampir selalu akan menyusut sampai batas tertentu. Selalu ada toleransi. Tingkat toleransi sangat bergantung pada jenis bahan yang digunakan.

Kami harap artikel ini bermanfaat bagi Anda. Kunjungi situs web kami untuk informasi lebih lanjut tentang kain dan berita industri. Untuk pertanyaan apa pun, jangan ragu untuk menghubungi kami.


Waktu posting: 24 April 2022