Setiap tahun, suhu rata-rata di Bumi meningkat dan suhu di kota-kota besar di seluruh dunia mencapai rekor baru dari tahun ke tahun.
Paparan suhu tinggi yang berkepanjangan dapat membuat tubuh tidak nyaman. Jika tubuh kita dapat didinginkan dengan cara lain, kita tidak perlu menyetel AC ke suhu yang sangat rendah, yang berarti produk pendingin ini memberikan kontribusi kecil untuk melindungi lingkungan.
Industri tekstil semakin banyak melakukan penelitian dan pengembangan dalam bidang kain pendingin, sehingga terdapat ratusan produk berbeda, tetapi tahukah Anda bagaimana kain pendingin ini dibuat? Mari bergabung dengan kami dalam perjalanan ini untuk mengetahui lebih banyak tentang kain pendingin!
Apa itu kain pendingin?
Kain pendingin adalah bahan yang menyerap panas tubuh untuk menjaga Anda tetap sejuk. Kain pendingin menyerap kelembapan dari tubuh Anda saat berkeringat, membantu menurunkan suhu inti tubuh dan mencegah dehidrasi. Kain ini juga meningkatkan sirkulasi darah di permukaan kulit sehingga Anda dapat tetap sejuk selama berolahraga.
Material mana yang memiliki sifat pendinginan terbaik?
Poliester
Serat poliester memiliki kandungan kelembapan yang rendah. Berkat sifat hidrofobik ini, serat poliester cepat kering, yang memberikan efek pendinginan. Karena kain tidak menyerap air, pakaian tidak mudah menempel pada kulit, sehingga menciptakan sensasi lebih sejuk. Penyerapan kelembapan serat poliester hanya 0,4%, yang berarti keringat menguap dengan cepat tanpa tertinggal di benang atau kain, memungkinkan energi panas untuk hilang dengan cepat.
Produsen benang sering menggunakan sifat cepat kering serat poliester ini untuk mengembangkan benang penyerap kelembapan dengan bentuk penampang yang unik, di mana benang Coolmax adalah yang paling terkenal. Dibandingkan dengan benang bulat konvensional, struktur benang khusus ini meningkatkan jumlah ruang di antara serat sekaligus mengurangi ukurannya. Hal ini mendorong aksi kapiler, memungkinkan keringat mengalir dan menguap lebih cepat tanpa terasa pengap.
Nilon
Nylon memiliki kandungan kelembapan yang tinggi dan konduktivitas termal yang baik, yang menjelaskan sensasi unik dan sifat pendinginannya. Dibandingkan dengan serat poliester, yang hanya menyerap kembali 0,4% kelembapan, nylon memiliki kandungan kelembapan 4%, sehingga memiliki konduktivitas termal yang lebih baik. Namun, persentase penyerapan kelembapan yang tinggi ini berarti sifat hidrofobiknya tidak sebaik poliester, sehingga lebih lambat kering daripada poliester.
Akibatnya, beberapa kain nilon yang ringan dan tipis, meskipun tidak memiliki sifat pendinginan tambahan, masih dapat terasa dingin saat disentuh ketika digunakan di dalam ruangan. Kapasitas penyerapan kelembapan yang tinggi pada nilon ini sering ditingkatkan oleh produsen untuk meningkatkan efek pendinginan saat disentuh.
Tekstur kain pendingin
Bahkan dengan benang pendingin, sifat pendinginnya akan terganggu jika kain yang digunakan tebal dan padat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kain tersebut ringan, tidak terlalu padat, atau bahkan dirajut pada tahap desain. Kain ringan lebih cepat kering saat bersentuhan dengan keringat, dan semakin cepat kering, semakin besar kemungkinan tubuh kita akan didinginkan oleh penguapan.
Kesimpulan
Ada banyak jenis pakaian pendingin di pasaran saat ini. Setiap kain terbuat dari bahan yang berbeda yang disusun dengan cara unik dan menggunakan teknik yang berbeda, sehingga menghasilkan efek pendinginan dengan cara yang berbeda pula.
Pemahaman yang lebih baik tentang kain pendingin sebelum mendesain pakaian dapat membantu kita memilih kain yang lebih tepat dan membuat rencana desain yang lebih baik. Kami berharap penjelasan di atas akan membantu Anda untuk lebih memahami kain pendingin!
Jika Anda tertarik dengan kain pendingin, silakan hubungi kami. Fuzhou Huasheng Textile., Ltd berkomitmen untuk menyediakan kain berkualitas tinggi dan layanan terbaik kepada pelanggan di seluruh dunia.
Waktu posting: 07-03-2024
